The Raid 2 : Lebih bagus dari yang pertama!


Kemarin siang, habis “nyoblos’, jalan2 ke PIM-1, nonton film ‘The RAID 2’ yang baru di ‘release 28 Maret yang lalu. Aku menemani dua anak perempuanku yang juga senang nonton film action – mungkin dari dulu sejak kecil biasa melihat ayahnya nonton film2 seperti Rambo, Van Damm, Steven Seagal dsb. sehingga mereka sudah ‘biasa’ dan ‘lulus’ , boleh melihat film keras seperti ini.Hasilnya setelah nonton? Wow ! walaupun aku sudah nonton The Raid yang pertama, dan cukup bagus, walau dialognya agak ‘payah’, tapi yang kedua ini ternyata lebih dahsyat adegan perkelahiannya, juga adegan kejar-kejaran mobil. Sayangnya darah-darahnya juga bermuncratan lebih banyak ! Tapi itu bisa dikesampingkan, termasuk setting dan jalan ceritanya, yang penting actionnya – real fighting, sungguh intense, ultra violence dan brutal!

Film ini salah satu film action Indonesia (walaupun dibuat oleh Garet Evans), yang banyak dapat pujian ‘fighting scenes ‘nya, karena selama ini memang kita sudah bosan di suguhi perkelahian ala kung fu dengan koreograf yang membosankan dan ritmis atau silat Cina yang bisa beterbangan dengan bantuan tali yang tidak realistis. Kalau anda ingin nonton film martial art yang real dan keras, seakan-akan muka anda di hantam 800 kali, yaa ….ini dia filmnya! Pukulan2 nya begitu keras, sehingga keluar dari bioskop muka anda masih terasa lebam …..
Selain adegan laga, harus di acungi jempol juga adegan kejar-kejaran mobilnya dimana bintangnya Iko Uwais melakukan ‘smack down’ didalam mobil 1 lawan 4, sambil dikejar dengan kecepatan tinggi oleh mobil dan motor musuh2 nya. Brilliant !

Sewaktu di putar extranya di Atlanta Film Festival screening, banyak penonton termasuk kritikus film yang terhenyak, baru sadar bahwa adegan2 perkelahian selama ini, yang mereka lihat  ala Hollywood ngga ada apa-apanya. Sebanyak apapun CG yang dipakai, gak bisa dibanding dengan perkelahian real seperti di The Raid 2.

Nah soal betapa ‘bloody’nya film ini, ada juga yang komen :” itu film-filmnya Quentin Tarantino, yang biasanya penuh darah itu, dibanding The Raid 2, laiknya seperti nonton film Disney!”

Boediono Soerasno's photo.
Boediono Soerasno's photo.
Katanya untuk mengambil adegan ini yang cuma beberapa menit, dibutuhkan …10 hari! Demi Kesempurnaan …

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s