Solusi Cegah Frustasi – Cari Parkir diakhir minggu

December 30, 2013

Frustasi Cari Parkir?


Minggu lalu seorang temanku mengeluh :” Wah, saya dengan keluarga, hari Sabtu lalu, mau ke Pondok Indah Mall. Ampun dah!, ngga dapet parkir!”. Mulai dari PIM II yang punya 3 lantai parkir basemen, PIM I yang sudah ditambah dengan parkir bertingkat, sampai PIM III, yang baru saja selesai dibangun – semua penuh!”.

“Akhirnya parkir dimana?” kutanya.
“Untung saya ingat, disebelah PIM III, ada parkiran golf, disana masih tersisa beberapa tempat.”

Ugh… untung dia pegolf, jadi tahu ada parkiran ditempat golf.
Memang PIM III, mempunyai jalur akses yang bisa ditembus dari parkiran Golf dan Driving Range super lega yang baru selesai dibangun di komplek Golf Pondok Indah ini.

Cerita diatas sudah sering kita dengar dan merupakan gambaran nyata saat ini, bagaimana kesemrawutan lalu lintas dan perparkiran di Jakarta, mungkin juga dikota-kota lain – sangat memprihatinkan dan pada saatnya akan jadi kontra-produktif Perginya sudah macet, sesampai ditempat tidak ada tempat untuk parkir, pulangnya, juga akan macet lagi, membuat orang (termasuk aku sendiri) malas keluar rumah, kecuali amat sangat perlu.

Ini ada gagasan baru dinegeri sono, yang barangkali bisa dipertimbangkan dan ditiru.
Seorang ibu di Orange County, California, sekarang ini, punya kegiatan rutin baru sebelum pergi ke Mall atau tempat lainnya. Dia memeriksa kesediaan tempat parkir di  smartphonenya  melalui  ‘ParkMe’ sebuah applikasi untuk smartphone.“

“Saya bisa melihat apa yang akan saya hadapi ketika keluar rumah, atau kalau perlu saya perlu mengubah rencana saya.” Kalau tempat parkir terisi dibawah 90%, maka perjalanan bisa diteruskan.
“ Ini perjuangan tiap hari,” kata seorang ibu lain . “Apapun yang bisa mempermudah akan memberikan perubahan yang besar.”

Salah tempat parkir di Santa Monica Place Mall, menggunakan sensor dan lampu akan menuntun kita menuju tempat parkir yang kosong. Perjuangan untuk mendapat tempat parkir, yang sudah menjadi musuh besar di akhir minggu.

Sekarang menjadi lebih mudah, berkat munculnya teknologi baru, mulai dari applikasi di smartphones, sensor sampai lampu dengan kode warna dan papan elektronik.
Kelihatannya ini salah satu cara, bagaimana berbagai pertokoan atau mall mencoba untuk menarik pengunjung beranjak dari depan komputernya ( on-line shopping), dan berpindah ke berbelanja di alam nyata – toko beneran terbuat dari tembok dan bata ( brick and mortar stores).

Aplikasi ‘ParkMe’ melacak lebih dari 28,000 lokasi parkir diseluruh dunia, dan muncul sebagai aplikasi utama untuk para  pelanggan pertokoan di seantero negeri. Melalui aplikasi ini, kita bisa menemukan tempat parkir terdekat dan termurah, begitu juga alternatif gedung-gedung parkir khusus yang berdekatan dengan pertokoan yang kita tuju.
Pengguna  ParkMe sudah mencapai 97% tahun lalu dan akan menambah ratusan tempat parkir baru dalam database mereka.

“Apa yang akan terjadi kalau tidak dapat tempat parkir? Orang akan berkeliling dan jadi frustasi,” kata seorang jurubicara persatuan toko retail.  “Siapa yang mau memulai hari baik berbelanja mereka dengan menjadi frustasi?” Kalau ada cara untuk mengurangi beban ini, maka ini akan banyak mengurangi stress,” kata pembuat  ‘ParkMe’ dan sekaligus pemilik.

Teknologi yang dipakai untuk aplikasi ini cukup sederhana: Lingkaran magnet yang  terpasang di tempat parkir akan menghitung setiap  kali palang parkir terangkat untuk masuk atau keluar mobil. ParkMe juga memungkin seorang memesan tempat parkir di lokasi tertentu, seperti di Shore Hotel. Jasa khusus ini banyak dimanfaatkan saat kesibukan pada bulan-bulan musim panas.

Aplikasi lain yang juga banyak dipakai adalah ‘Parkopedia’ yang menghubungkan 26,000 tempat parkir di Amerika Utara. ‘QuickPay’ juga akan mulai terpasang pada ratusan mall di Amerika tahun depan. Tampil beda, sebagai strategi bisnisnya, ‘QuickPay’ akan mempunyai juga ‘jasa valet’ dan membayar parkir, yang semuanya bisa dilakukan melalui smartphone anda! Hebaat!

“Parkir merupakan jembatan sebelum mencapai pengalaman berbelanja anda,” ini akan menentukan hidup atau matinya bisnis anda,” kata Barnet Pell, pembuat ‘QuickPay’ .
Kapan di Indonesia bisa kita nikmati layanan ini ya? Belum dalam waktu dekat ! Tapi ….. dapat tempat parkirpun, kelihatannya baru memecahkan sebagian masalah. Kita masih harus berhadapan dengan:

1.     Bagaimana menemukan kembali mobil kita dengan cepat.
2.    Keluar dari tempat parkir dengan cepat.
3.    Memilih rute jalur pulang yang tidak macet (kurang macet) maksudku .

Selamat mencari parkir di waktu liburan panjang ini! Semoga anda tidak frustasi.

***

(Di sarikan dari tulisan J. Emilio Flores for The New York Times)

BS.

Jakarta, 29 Desember 2013.

Sisitim Parkir yang dipadu dengan aplikasi Cari Parkir melalui Smartphones. ( photo:The NewYork Times)

Sisitim Parkir yang dipadu dengan aplikasi Cari Parkir melalui Smartphones. ( photo:The NewYork Times)
  • Taufik Monoarfasusahnya, bgt belok kiri ada 139 mobil ngantri didpn kt n klo lurus, ada 5 yg ngantri. . Asww. pak BS.
  • Boediono SoerasnoWas.WW. Taufik. Yaa itu masalah di kita… bertumpuk-tumpuk! Lagi cari parkir yaa ?
  • Yudianti Santoso-AdityawarmanPak cari parkir di Jakarta, gampang atau susahnya mah tergantung amalan kita, ,,,, hehehe,,
  • Boediono Soerasno…paling tidak kalau disono, kita tahu ada 139 + 5 tempat parkir kosong, lha … disini kurilingan di basemen serba gelap tanpa tahu dimana bisa parkir -kayanya urusan arsitek dan ahli pembuat aplikasi software nih!
  • Boediono Soerasno@Yudi: Bener Yudi!, kadang-kadang sebelum masuk parkiran harus banyak berdoa, sambil berharap amalan kita mendapat balasan tempat parkir yang kosong, atau pas ditinggalin orang! dan jangan lupa, kalau dapat, ngucap : “Alhamdullilah!”
  • Taufik MonoarfaGak pak, sy ngalamin di Pacific Place n Senayan City..tertulis lowong tp ketika kearah itu, antriannya panjang. .klo di pim, Alhamdulillah tdk pernah ada masalah. .sy sll dpt parkir di prime area..kuncinya tdk ter-buru2 n sabar, rekor terlama nunggu parkir adl 30′, dp muter2 gak karuan sy milih brenti di satu area n nunggu yg mau keluar.
  • Rully HeriawanSebenernya saya pernah bikin model management parkir yang bisa ngasih tau letak tempat parkir yang kosong sejak ambil tiket. Pernah saya tawarkan ke building management tapi gak ada tanggapan pak.. Hehehe dianggap harus nambah kapital tanpa hasil signifikan sepertinya
  • Boediono Soerasno@Rully: Iya, Bldg Mgt berpikir biarpun parkir susah, pembeli akan tetap ke Mall. Karena sifat orang kita yg lebih suka, rame-rame, mejeng dan pamer. Sy sendiri selama ini beli barang selalu melalui on-line, karena semua ada di Amazon atau toko on-line lainnya. Bahkan sekarang Amazon melayani kiriman International termasuk langsung ke Indonesia dan lebih murah.(ini belum saya coba).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s