The Magic of Mount Fuji


Mt. Fuji, 17 November 2012

Pagi ini udara cerah, sangat berbeda dengan kemarin yang mendung dan gelap.

Kami juga sudah segar kembali setelah beristirahat di HAMAYOU Resort Hotel di kaki gunung Fuji. Hotel ini tidak terlalu besar, tapi bersih dan nyaman. Kamar tidurnya, bisa dipakai untuk 6-8 orang, karena separuh kamar dibuat ala tatami, lengkap dengan peralatan tidurnya.

Japan Slide-02-31

HAMAYOU Resort Hotel – Hotel with Tatami rooms

The fampus Mt. Fuji from Lake Saiko

Hari ini kami akan menyusur danau Saiko dan ketika mendekati lokasi yang terbaik untuk memandang gunung Fuji, matahari mulai bersinar dengan teriknya. Dari titik itu,  sepanjang jalan, disebelah kanan kami mulai terlihat gunung Fuji yang terkenal itu. Tak ayal, hampir seluruh peserta meminta pengemudi bus kami untuk berhenti.

Tentu saja tidak bisa asal berhenti seperti halnya di Jakarta  tapi pengemudi kami si Boya-San cukup bijak, dia berhenti untuk menurunkan kami yang sudah tak sabar untuk memotret, kemudian dia maju lagi 100 meter kedepan mencari tempat yang layak untuk berhenti.

Japan Slide-02-37

Daun pohon Momiji yang berwarna merah jingga, merupakan warna yang memukau dan memberikan ciri khas musim gugur.

Kami beruntung pagi ini cuaca amat cerah dan matahari memberikan pantulan yang indah didanau serta bayangan di lereng Gunung Fuji- sesuatu yang jarang terjadi, karena pemandu kami mengatakan dalam 6 kali kesempatan kesini, baru dua kali, termasuk hari ini, mendapatkan cuaca yang baik seperti ini; yang cukup cerah sehingga memberikan kesempatan yang besar bagi para “Die-hard-photographer”.

Japan Slide-02-47

Sinar matahari pagi berpendar memantul diatas air danau – memberi suasana magis untuk yang melihat.

Japan Slide-02-38Japan Slide-02-43

Kearah mana saja kita melihat. semua sudut dan celah disekitar gunung Fuji ini terlihat indah – termasuk five ladies in front of Lake Saiko.

Japan Slide-02-59-cJapan Slide-02-57

Inilah ciri khas musim gugur dengan daun pohon Momiji yang mulai berubah warna menuju jingga. Kemana saja kita memandang warna ini menjadi daya penarik, bidikan kamera selalu akan tertuju ke kumpulan warna-warna indah ini.

GOTEMBA, Premium Outlets, paradise for shoppers

Japan Slide-02-49-c

Sebagian kecil peta Pusat Factory Outlet Gotemba

Japan Slide-02-52-c

Semua merk terkenal ada disini, asal kuat berdiri dan kuat beli.

Orang Jepang sangat menyukai anjing, di dandani seperti anak sendiri

Orang Jepang senang anjing, di dandani seperti anak sendiri.

Toko Khusus hanya menjual perlengkapan untuk anjing

Toko Khusus semua barang untuk perlengkapan anjing.

Konsep pertokoan factory outlet seperti di Gotemba, merupakan konsep perancangan yang benar. Yaitu diletakkan diluar kota dan semua toko disatukan dalam suatu kawasan yang luas dengan banyak akses keluar-masuk serta penempatan kantong-kantong parkir yang cukup. Jumlah pengunjung yang banyak tidak akan membawa kemacetan apalagi berdampak kedalam kota. Konsep ini juga sudah diterapkan di kota-kota lainnya di dunia, seperti di Barstow, California, USA.

Di Indonesia? lihat saja sepanjang jalan Dago, Riau dan jalan Setiabudi di Bandung, kemacetan tiada henti karena bertumpuknya toko-toko factory outlet yang merupakan kapling-kapling tersendiri yang makin membebani jalan di depannya.

Dari Gotemba kami menuju Tokyo, kota tujuan terakhir. Dengan jumlah penduduk lebih dari 30 juta orang, Tokyo merupakan  kota terbesar didunia. Hari menjelang sore dan hujan masih turun ketika kami tinggalkan Gotemba. Menjelang malam,  mendekati kota Tokyo, jalan raya mulai padat dan ternyata lalu lintas macet juga. Karena lelah tak ada yang peduli, semua hanya ingin segera tiba di hotel kami di Tokyo yaitu Hotel New Prince Takanawa.

Dikaki Fuji-01

Kawasan Wisata di kaki Gunng Fuji

Pemanasan Naik Fuji

Pemanasan sebelum mendaki Gunung Fuji

Japan Slide-02-62Japan Slide-02-61-c

Banyak jalan keluar dari Gotemba menuju Tokyo, tapi mendekati masuk kota Tokyo, jalan mulai macet dan hampir tak beda dengan Jakarta, hanya saja semua mobil tertib dan sabar dalam antrian. Tak terdengar suara klakson mobil yang bersahutan.

Tsukiji Fish Market, TOKYO

Tsukiji Fish Market merupakan kompleks Pusat pelelangan ikan terbesar di dunia. Tempat ini sebenarnya termasuk acara yang utama selain ke gunung Fuji. Pelelangan dimulai pagi hari jam 5 dan berakhir jam 6 pagi, Kami harus bergegas bangun lebih pagi apabila ingin mendapatkan momen terbaik yaitu saat pelelangan ikan, akan banyak obyek fotographi yang menarik.

Sayang sekali pagi itu, terjadi musibah kecil, salah seorang peserta mengalami kecelakaan terpeleset di lobby hotel dan kepalanya terbentur meja marmer, sehingga perlu di bawa ke rumah sakit serta di scan bagian kepalanya. Bersyukur tidak ada yang retak dan pada pagi itu juga sudah bisa beraktifitas kembali.

Namun tim rombongan kami terlambat tiba di tempat pelelangan ikan dan acara lelang sudah selesai, sehingga kami hanya berjalan-jalannya disekitar pasar dan menyelusuri lorong-lorong dalam bangunan pasar ikan yang luas, yang menjual berbagai jenis hasil laut, tangkapan hari itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s